Selasa, 14 Januari 2014

BAB II
BAHASAN
RUANG LINGKUP DAN PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAKWAH (SIMDAK)

A.    Pengertian Sistem Informasi Manajemen Dakwah
1.      Pengertian Sistem
Istilah sistem merupakan istilah dari bahasa yunani “system” yang artinya adalah himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama.
            Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya.
Pengertian sistem menurut sejumlah para ahli :
1.      James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
2.      John Mc Manama
Menurutnya sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.
3.      C.W. Churchman.
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
4.      J.C. Hinggins
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
5.      Edgar F Huse dan James L. Bowdict
Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.
Gagasan sebuah system informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. Namun komputer membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk mengumpulkan , mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada system informasi. Akibatnya, sebuah system informasi berdasarkan komputer akan betul-betul berbeda dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis.

2.      Definisi Informasi
Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi.
Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan, dan ia dapat dikelola seperti halnya sumber-sumber lain. Informasi adalah sumber konseptual yang mana menggambarkan sumber-sumber fisik yang harus dikelola oleh manajer. Jika skala operasinya terlalu besar untuk diobservasi, maka manajer dapat memonitor sumber-sumber fisik dengan mengunakan informasi yang menggambarkan atau mewakili sumber-sumber tersebut.
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.
Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Konsep Dasar Informasi dapat dijelaskan dengan beberapa definisi, antara lain.
a.       Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b.      Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
c.       Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fulfill company goals (the choice is called business decision making).

Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya   mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

3.      Pengertian Dakwah
Secara etimologis, dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da'a, yad'u' da'wan, du'a, yang diartikan sebagai upaya mengajak, menyeru, memanggil, seruan, permohonan, dan permintaan. Istilah ini sering diberi arti yang sama dengan istilah tabligh, amr ma'ruf nahyi munkar, mau'idzah hasanah, tabsyir, indzhar, washiyah, tarbiyah, ta'lim, dan khatbah.
Menurut (Jum’ah Amin Abdul Aziz: 2000), makna dakwah secara bahasa mengandung beberapa arti;
1.      An-nida   atau panggilan.
2.      Menyeru.
3.      Menegaskan atau membela.
4.      Suatu usaha berupa perkataan atau perbuatan untuk menarik manusia kesuatu aliran atau agama tertentu.
5.      Memohon dan membantu atau berdoa

Dari definisi tersebut maka dapat disimpulkan makna dakwah islam yaitu sebagai kegiatan mengajak, mendorong dan memotivasi orang lain berdasarkan bashirah untuk meniti jalan Allah dan Istiqomah dijaln-Nya serta berjuang bersama meninggikan agama Allah.\

4.      Definisi Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengatur dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.
Adapun definisi manajemen menurut beberapa ahli adalah:
a.       G.R. Terry, Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui  pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
b.      Drs. Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara effektif dan effisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
c.       Pada dasarnya setiap aktivitas atau kegiatan selalu mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan individu adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya berupa materi dan nonmateri dari hasil kerjanya. Sedangkan tujuan dari setiap individu yang saling berinteraksi adalah mendapatkan laba(Bussines Organization) atau pelayanan pengabdian (Public Relation) melalui proses manajemen itu, jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen bukan sebagai tujuan tapi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan.

5.      Definisi Sistem Informasi Manajemen Dakwah
Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusan.
Gagasan sebuah system informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. Namun komputer membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada system informasi. Akibatnya, sebuah system informasi berdasarkan komputer akan betul-betul berbeda dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis.
Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida, diimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya; lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari, lapisan ketiga terdiri dari sumber daya system informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat puncak manajemen.
Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Banyak para sarjana ahli manajemen mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen, diantaranya:
·         Definisi dari Donald W. Kroeber dalam bukunya berjudul Management Information Systems mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah organisasi, sejumlah proses yang menyediakan informasi kepada manajer sebagai dukungan dalam operasi dan pembuatan keputusan dalam suatu organisasi.
·         Gordon B. Davis mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah system pemakai yang terintegrasi yangn menyediakaninformasi untuk menunjang operasi-operasi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer dan prosedur-prosedur manual, model-model untuk analisis, perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas pengertian Sistem Informasi Manajemen Dakwah ialah kumpulan komponen/subsistem informasi yang saling berhubungan dan mendistribusikan informasi untuk mengambil keputusan untuk pengelolaan sebuah organisasi/aktifitas dakwah.

B.     Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen Dakwah
1.      Data
Adalah fakta dan angka yang tidak sedang di sebutkan pada proses keputusan dan biasanya berbentuk catatan historis yang di catat dan di arsipkan tanpaa maksud segera di ambil kembali untuk mengambil keputusan.
Data adalah fakta atau apapun yang dapat di gunakan sebagai input untuk menghasilkan informasi, saat ini data tidak selalu dalam kumpulan huruf-huruf dan bentuk kata atau kalimat.
2.      Informasi
Informasi adalah segala sesuatu yang terdiri dari fakta dan data, yang kemudian disebarkan baik itu melalui media maupun secara langsung hingga orang lain yang tadinya tidak tahu, menjadi tahu. Unsur penting yang harus ada dalam setiap informasi adalah fakta dan data. Ketika data bagus dan lengkap maka informasi yang disajikan pun akan menjadi bagus juga.

Konsep dasar informasi dapat dijelaskan dengan beberapa definisi, antara lain:
a.       Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b.      Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
c.       Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

C.    Perkembangan Sistem Informasi Manajemen Dakwah
·         Konsep-Konsep Pokok
Sebuah sistem informasi manajemen bukanlah sekedar suatu perkembangan teknologis. SIM berhubungan dengan organisasi dan dengan manusia pengolahnya. Oleh sebab itu pemahaman utuh terhadap sistem informasi keorganisasian berdasarkan komputer harus juga termasuk memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan informasi, pemakaian informasi, dan nilai informasi.
Sebuah anggapan yang mendasar menyatakan bahwa sistem informasi menambah nilai suatu organisasi . informasi dipandang sebagai suatu sumberdaya seperti halnya dengan tanah, buruh dan modal. Informasi bukan barang bebas. Ia harus diperoleh, diolah, disimpan, diambil kembali, dimanipulasi dan dianalisis, didistribusikan dan sebagainya. Sebuah organisasi yang memiliki sistem informasi yang terancang baik secara umum akan memiliki keunggulan posisi dalam persaingan atas organisasi yang sistemnya lebih lemah.

·         Sistem Informasi untuk Pengembangan Dakwah
Kegiatan dakwah kini tidak hanya dilakukan oleh perorangan, tetapi juga dengan berjamaah, dengan maraknya organisasi dakwah, maka dapat dipastikan bahwa Da’i sangat memerlukan akan adanya sistem informasi dakwah. Dengan adanya SID, kegiatan dakwah akan lebih terarah dan terukur keberhasilannya.
Melihat gelagat pemakaian teknologi dari ummat, seperti penggunaan telepon sesular, internet (facebook, email, tweeter, blog, web) kegiatan dakwah juga harus mampu memaksilakan media-media tersebut. Para da’i dan aktifis organisasi dakwah harus mampu merencanakan, menjalankan, mengontrol, dan mengevaluasi kegiatan dakwahnya yang berbasis teknologi informasi.
            Dengan adanya sistem informasi, kita dapat melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dan dengan kecepatan yang tinggi, menyediakan komunikasi dalam dan antar organisasi, menyimpan organisasi yang mudah diakses, meningkatkan efisiensi dan efektifitas, yaitu :
§  Menyediakan informasi yang jelas
§  Mengotomatisasi proses yang tadinya manual
§  Mempercepat pengetikan dan editing
§  Menekan pembiayaan menjadi lebih murah
Pada prakteknya dalam Sistem Informasi Dakwah, selalu terdapat gangguan, hambatan dan tantangan. Sehingga sangat memerlukan pengendalian terhadap sistem informasi tersebut. Dalam makalah ini akan kita bicarakan apa dan bagaimana cara kita untuk mengendalikan sistem informasi untuk pengembangan dakwah.
Sistem informasi merupakan suatu sistem yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, atau sebuah sistem untuk menyediakan informasi guna mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi secara terintegrasi.Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.      Analisis Sistem
Menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
2.      Perancangan Sistem
Merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi agar dakwah bias berkembang.
3.      Pembangunan dan Testing
Sistem Membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak.
4.      Implementasi Sistem
Beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
5.      Operasi dan Perawatan  
Mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
6.      Evaluasi Sistem
Mengevaluasi sejauh mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.

Untuk mengelola sumberdaya teknologi informasi secara efektif memerlukan perhatian yang besar pada sisi operasional. Oleh karena itu jika dikelola dengan baik, maka dapat mengurangi biaya operasional, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
Kita ketahui bahwa internet adalah jejaring social sebagai dunia informasi bagi masyarakat luas. Internet bisa dimanfaatkan sebagai pengembangan Dakwah. Hadirnya akses internet merupakan media yang tidak bisa dihindari karena sudah menjadi peradaban baru dalam dunia informasi dan komunikasi tingkat global. Dengan adanya akses internet, maka sangat banyak informasi yang dapat dan layak diakses oleh masyarakat internasional, baik untuk kepentingan pribadi, pendidikan, bisnis dan lain-lain. Dimana munculnya jaringan internet dianggap sebagai sebuah revolusi dalam dunia komunikasi dan informasi. Dan ini sangat menguntungkan bagi sebuah organisasi Dakwah untuk mengembangkan dakwahnya di jejaring social atau yang sering kita sebut dengan dunia internet (Facebook, Tweeter, Blog).
Dampak internet terhadap pengembangan dakwah tentu saja ada nilai positif dan negative.  Positifnya, saat ini internet banyak digunakan sebagai sarana untuk berdakwah. Karena sifatnya yang global dan tidak pernah turn-off.  Selain itu semua orang di seluruh pelosok dunia hampir bisa menikmati fasilitas internet. Sehingga sangat berguna bagi kelancaran berdakwah.
Internet bisa dijadikan sebagai media dakwah islami. Terbukti dengan adanya situs-situs dakwah di media internet salah satunya  MyQuran.com adalah terdapat link untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan suara adzan versi Mekkah dan Madinnah. Ukhuwah.or.id merupakan situs yang berangkat dari kebutuhan komunikasi internal mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI.
Hal ini membuktikan bahwa keberadaan internet membawa dampak positif bagi kemajuan atau perkembangan dakwah. Dakwah yang dulu hanya bisa disampaikan melalui tabligh, seiring dengan kemajuan teknologi kini berkembang bahwa dakwah tidak terbatas sampai dunia tabligh , tetapi bisa disampaikan melalui media internet walaupun satu ayat.

D.    Urgensi sistem informasi manajemen dakwah bagi organisasi dakwah
Secara umum mengenai urgensi system informasi manajemen dakwah dalam organisasi dakwah, dapat dirumuskan sebagai berikut:
1)      System informasi manajemen dakwah merupakan sarana dan alat untuk menggambarkan secara factual mengenai kondisi dan situasi internal maupun eksternal organisasi dakwah.
2)      System informasi manajemen dakwah, membantu untuk memaksimalkan setiap fungsi-fungsi atau bidang manajemen organisasi dakwah.
3)      System informasi manajemen dakwah dapat membantu organisasi dakwah untuk melaksanakan kegiatan dakwah yang objektif dan tentunya agar dawah tidak nomoton dan kaku.


E.     Dampak Komputer dan Sistem Informasi untuk perkembangan Dakwah
1.      Dampak Positife
ü  Dengan adanya system Informasi manajemn atau sering kita sebut dengan komputer menjadi sarana komunikasi yang efektif. Dakwah merupakan kegiatan komunikasi, sehingga ketika dalam berdakwah akan lebih efektif jika melibatkan komputer dan teknologi informasi.
ü  Komputer juga sebagai pusat informasi. Dakwah perlu penyiaran, makanya dalam menyiarkan risalah keagamaan tidak cukup dengan khutbah di atas panggung. Mengingat masyarakat yang sudah mengenal teknologi. Maka dalam berdakwahpun harus menggunakan komputer sebagai pusat informasi.
2.      Dampak Negatife
Ø  Dengan adanya sistem informasi, manusia menjadi malas untuk berfikir, karena computer khusus nya internet telah mencakup semuanya, dan telah memberikan kebutuhannya.
Ø  Sistem informasi juga, membuat seseorang menjadi individual seolah-olah tidak membutuhkan orang lain. Padahal Allah SWT telah menciptakan manusia sebegai mahluk sosial yaitu yang saling membutuhkan satu sama lainnya.


















BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem Informasi Manajemen Dakwah ialah kumpulan komponen/subsistem informasi yang saling berhubungan dan mendistribusikan informasi untuk mengambil keputusan untuk pengelolaan sebuah organisasi/aktifitas dakwah.
Sistem Informasi Manajemen Dakwah adalah suatu proses pendekatan yang teroganisir dan terencana dengan menggunakan fasilitas teknologi komputer untuk memberikan informasi yang tepat, sistematis, dan jelas serta dapat memberikan kemudahan dalam proses manajemen dakwah. Oleh karena itu, sistem informasi manajemen untuk harus banyak kita galih lagi melalui media komputer. Masih banyak sekali hal-hal yang belum diketahui oleh lembaga-lembaga dakwah atau da’I perorangan yang belum mengetahui tentang betapa pentingnya sistem informasi manajemen dakwah sebelum kita berdakwah.
Dari uraian materi diatas yang telah kami paparkan dan kami tulis, maka pemakalah menyimpulkan bahwa system informasi (kami kaitkan dengan computer sebagai system informasinya) sangatlah tepat jika dijadikan media untuk mengembangkan misi dakwah. Karena dengan tidak melakukan tabligh akbar pun kita bisa menyebarluaskan dakwah ini kepada masyarakat dunia. Dan ini karena kemajuan teknologi yang ada. Ini meringankan bagi organisasi dakwah karena dana yang digunakan pun elatif murah, dan karena memang saat ini adalah musimnya perang dakwah melalui media yang dihasilkan oleh system informasi yang berkembang. Jadi sangatlah relavan jika kita menggunakan system informasi untuk pengembangan dakwah saat ini.










DAFTAR PUSTAKA
·         Dunia Manajemen, Manajemen Dakwah.ac.id/…/pengertian-sistem-informasi-manajemen diakses pada 12 oktober 2010 jam 13.00
·         G. Davis and M. Olson, Management Information Systems, 1984, 56.
·         Gordon B. Davis, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen, (Cet. XXI; Jakarta, Grafindo persada, 2001)
·         Malayu Hasibuan S.P. 1996. Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah.(Jakarta, Toko Gunung Agung, )
·         Scott, george m. Prinsip-prinsip Sistem Informasi manajemen. (PT.Raja Grafindo Perasada, Jakarta, 2004)

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates